Lebih lanjut Taruna mengatakan alasan obat di Indonesia mahal karena belum bisa menjadi obat generik. Sementara obat non generik di Indonesia hak patennya masih ada sehingga harganya mahal. Namun dia melihat ada beberapa oknum yang membuat obat generik seakan-akan menjadi obat paten. Sehingga membuat harganya mahal.
"Obat kan dibagi tiga, ada generik yang patennya hilang itu kan murah, dan obat paten biasanya mahal. Ada juga biasanya obat sudah generik kemasan diubah dan dibuat semacam obat paten itu biasanya yang dimainkan harganya," ucapnya.
(Leonardus Selwyn)