Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Cara Alami Mengobati Rematik, Akupuntur hingga Olahraga

Kevi Laras , Jurnalis-Jum'at, 07 April 2023 |19:00 WIB
 5 Cara Alami Mengobati Rematik, Akupuntur hingga Olahraga
obat alami untuk rematik, (Foto: Shutterstock)
A
A
A

REMATIK termasuk dalam osteoarthritis dan arheumatoid arthritis (RA), yang keduanya menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC)  sama-sama menyebabkan peradangan, pembengkakan, dan nyeri pada persendian.

Seseorang yang mengalami rematik, biasanya mengalami sederet gejala. Mulai dari pembengkakan sendi atau persendian, sendi kaku di pagi hari, rasa nyeri atau nyeri hebat pada persendian, kemerahan di area persendian, sendir terasa hang at atau panas, hingga kelelahan.

Metode mengatasi sakit rematik ini, selain minum obat bisa juga dengan cara lain. Apa saja cara mengobati rematik dengan cara yang lebih alami? Mewarta Web MD, Healthline, dan Everyday Health, Jumat (7/4/2023) berikut paparan singkatnya. ‘

1. Akupuntur: Metode pengobatan tradisional asal Tiongkok ini disebut jadi salah satu obat nyeri alami tertua yang pernah ada. Akupuntur dilakukan dengan menggunakan jarum yang sangat halus untuk merangsang energi di sepanjang jalur di tubuh.

Tujuannya adalah untuk memperbaiki ketidakseimbangan energi dan membantu mengatasi nyeri kronis, terutama nyeri punggung dan osteoarthritis.

 BACA JUGA:

2. Terapi panas dan dingin: Cara ini cukup membantu untuk meredakan rematik. Kedua suhu ini masing-masing menawarkan manfaat, panas mampu melemaskan otot dan memacu aliran darah. Terapi panas, bisa dilakukan memakai pad atau bantalan pemanas yang lembap atau handuk lembap yang hangat.

Sementara terapi dingin yang bisa mengurangi pembengkakan dan peradangan sendi, bisa dengan kompres es ke sendi yang terkena selama rematik kambuh. Cukup kompres dingin selama 15 menit setiap kali lalu beristirahatlah setidaknya 30 menit di antara sela-selanya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement