Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pentingnya Asupan Protein Hewani untuk Anak yang Berpuasa

Kevi Laras , Jurnalis-Kamis, 06 April 2023 |14:36 WIB
Pentingnya Asupan Protein Hewani untuk Anak yang Berpuasa
pemenuhan gizi anak berpuasa, (Foto: Freepik)
A
A
A

KEBUTUHAN gizi pada anak, termasuk ketika anak menjalani puasa Ramadhan harus dipastikan orangtua benar-benar terpenuhi.

Disampaikan Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K) kecukupan nutrisi seperti protein hewani sangat utama bagi anak-anak.

"Ini juga penting, anak perlu dipenuhi kebutuhan essentialnya agar bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Supaya nggak stunting,” kata dr. Piprim dalam Media Briefing 'Puasa pada Anak' secara online, Kamis (6/4/2023)

 BACA JUGA:

“Jangan sampai anak puasa jadi stunting," sambungnya.

Imbauan pentingnya kebutuhan pemenuhan gizi, salah satunya protein hewani pada anak ini, diungkap dr. Piprim merujuk dengan situasi di lapangan, tak ditampik sebagian orang tua cenderung memberikan makanan atau asupan praktis yang mengandung tepung-tepungan.

Padahal, efek dari mengonsumsi makanan yang mengandung tepung, contohnya di bulan Ramadhan ini bisa memicu anak yang sedang berpuasa jadi mudah merasa lapar. Selain itu, kadar gula darah anak malah juga akan meningkat saat berpuasa.

“Jadi wajib bagi anak untuk dipenuhi protein hewaninya untuk tumbuh berkembang. Diberhentikan maksimal makan junkfoodnya, karena cepat lapar lagi," seru dr. Piprim

"Kebutuhan gizi bagus itu asam amino essential harus dicukupi dari protein hewaninya. Jangan sampai makan donat atau roti, dan mie instan enggak pakai protein sama sekali, puasa bikin stunting gara-gara protein hewaninya kurang," pungkas dr. Piprim

Senada dengan imbauan IDAI, pentingnya kebutuhan akan protein hewani juga dinyatakan oleh Kementerian Kesehatan RI, Plt. Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Kementerian Kesehatan Ni Made Diah, mengatakan hubungan protein hewani dengan pencegahan stunting sudah terbukti secara ilmiah.

Mengutip laman Sehat Negeriku Kemenkes, lewat studi yang dilakukan oleh Headey et.al (2018) menyatakan bahwa ada bukti kuat hubungan antara stunting dan konsumsi pangan hewani pada balita 6 sampai 23 bulan, susu/produk olahannya, daging/ikan dan telur.

Konsumsi pangan berasal dari protein hewani lebih dari satu jenis lebih menguntungkan, daripada konsumsi satu jenis pangan hewani dan penting dalam penurunan stunting.

(Rizky Pradita Ananda)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement