JAKARTA – Banyak orang merasa sulit mengendalikan nafsu makan saat waktu berbuka tiba setelah seharian menjalani puasa di bulan Ramadan. Kondisi ini sering membuat seseorang makan dalam porsi besar, memilih makanan tinggi gula dan lemak, atau makan terlalu cepat tanpa disadari.
Jika kebiasaan tersebut terus dilakukan, pola berbuka yang tidak seimbang dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan pencernaan hingga meningkatkan risiko Diabetes dan Kolesterol Tinggi.
Secara fisiologis, tubuh yang berpuasa selama berjam-jam mengalami perubahan hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang. Salah satu hormon utama yang berperan adalah Ghrelin, yang sering disebut sebagai hormon lapar.
Kadar ghrelin meningkat ketika lambung kosong dan akan mengirim sinyal ke otak bahwa tubuh membutuhkan energi. Karena itu, menjelang waktu berbuka rasa lapar biasanya terasa jauh lebih kuat dibandingkan pada waktu makan biasa.
Selain itu, tubuh juga berada dalam kondisi defisit energi setelah tidak menerima asupan makanan dan cairan dalam waktu lama. Ketika makanan akhirnya tersedia, otak secara alami mendorong tubuh untuk segera mengganti energi yang hilang. Dorongan ini sering muncul sebagai keinginan makan dalam jumlah banyak sekaligus.