4. Pepaya
Buah pepaya tak hanya lezat, tetapi juga mengandung enzim pencernaan yang disebut papain.
Hal ini membantu selama proses pencernaan dengan membantu memecah serat protein. Meskipun tidak diperlukan untuk diet, papain dapat membantu pencernaan protein.
Papain juga dapat meredakan gejala sindrom iritasi usus besar (IBS), seperti sembelit dan kembung (18). Ini biasanya digunakan sebagai enzim utama dalam suplemen pencernaan karena kapasitas gastrointestinalnya.
5. Tempe
Tempe terbuat dari kedelai yang difermentasi. Proses tersebut memecah gula melalui bakteri dan ragi.
Selama proses fermentasi, antinutrien dalam kedelai yang disebut asam fitat dipecah. Asam fitat dapat mengganggu penyerapan nutrisi tertentu.Dengan demikian, proses fermentasi meningkatkan pencernaan dan penyerapan nutrisi tersebut.
Makanan fermentasi seperti tempe merupakan sumber probiotik yang baik. Ingatlah bahwa probiotik membuat lapisan pelindung di usus Anda untuk melindunginya dari bakteri berbahaya
Penelitian telah menemukan bahwa probiotik membantu meringankan gejala IBS, mencegah diare, mengurangi kembung, dan meningkatkan keteraturan buang air besar.
6. Jahe
Jahe adalah ramuan tradisional dalam pengobatan Timur yang membantu melancarkan pencernaan dan mencegah mual. Banyak wanita hamil menggunakannya untuk mengobati mual di pagi hari.
Dari sudut pandang pencernaan, akar kekuningan ini terbukti mempercepat pengosongan lambung. Dengan memindahkan makanan dari perut ke usus kecil lebih cepat, jahe mengurangi risiko mulas, mual, dan ketidaknyamanan di perut.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.