Selanjutnya, faktor lingkungan yang secara teori disebutkan karena ada beberapa kemungkinan yakni sang ibu terinfeksi virus saat hamil, mengalami komplikasi kelahiran, ada paparan bahan kimia dalam kandungan, seperti ftalat atau pestisida, Menggunakan obat-obatan tertentu (contohnya Terbulin (terbutaline), Depakene (asam valproat), antipsikotik, hingga paparan polusi udara di dalam rahim.
Dari faktor risiko, diketahui lebih lanjut ternyata anak laki-laki berisiko lebih tinggi untuk mengalami sindrom Asperger ini daripada anak perempuan.
Mengingat, anak laki-laki juga 4 kali lebih berpeluang untuk mengidap gangguan spektrum autisme, dan menurut beberapa penelitian, hingga 11 kali lebih mungkin untuk mengembangkan sindrom Asperger dibandingkan dengan anak perempuan. Beberapa ahli menyebutkan teori, bahwa anak perempuan lebih terlindungi secara genetik. Sebagaimana dilansir dari EverydayHealth, Healthline dan Jurnal Wacana Psikologi FK UNS, Kamis (24/11/2022).
BACA JUGA:Viral Tiktoker Surya Manurung Derita Sindrom Langka, Ini Dia Nama Penyakitnya
!BACA JUGA:Idap Sindrom Prader Wili, Oki Setiana Dewi Cemas Putranya Alami Obesitas
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.