Metabolisme yang tidak normal
Sindrom Tourette yang memiliki gejala berupa badan bergerak-gerak sendiri bisa dipicu oleh metabolisme (pemecahan) abnormal dari bahan kimia di otak yang disebut dopamin.
Berdasarkan beberapa penelitian, penyebab sindrom Tourette kemungkinan akibat dari beberapa gen yang berinteraksi dengan faktor lain di lingkungan. Meski begitu, para peneliti masih mempelajari penyebab lain dan faktor risiko lingkungan yang mungkin berkontribusi terhadap sindrom tersebut.
Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa faktor berikut juga bisa berpengaruh terhadap berkembangnya sindrom Tourette. Diantaranya yakni merokok selama kehamilan, mengalami komplikasi kehamilan, lahir dengan berat badan rendah, dan infeksi.
Pengobatan atau terapi sindrom Tourette
Sayangnya, tidak ada pengobatan yang bisa menyembuhkan sindrom Tourette dengan sempurna. Namun, tics atau gejala gerakan tubuh dan suara berulang-ulang bisa dikurangi atau diredakan dengan obat-obatan atau terapi.
Obat-obatan yang biasanya digunakan untuk mengendalikan sindrom Tourette diantaranya yakni obat-obatan yang memblokir atau mengurangi dopamin, suntikan Botulinum (Botox), obat darah tinggi, antidepresan, dan obat anti kejang.
Sementara terapi yang bisa membantu mengendalikan gejala sindrom Tourette, diantaranya adalah terapi perilaku, psikoterapi dan stimulasi otak dalam yang dilakukan dengan menanam perangkat medis yang dioperasikan dengan baterai di otak untuk mengirimkan stimulasi listrik ke area target yang mengontrol gerakan.
(Martin Bagya Kertiyasa)