Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Sindrom Tourette yang Viral Serang Gadis Palembang

Wiwie Heriyani , Jurnalis-Jum'at, 02 September 2022 |17:33 WIB
Mengenal Sindrom Tourette yang Viral Serang Gadis Palembang
Ilustrasi Sindrom Tourette. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

MENGEDIPKAN mata berulang-ulang, mengangkat bahu, atau membuat suara aneh ternyata bagian dari gangguan pada sistem saraf. Penyakit itu pun disebut dengan Sindrom Tourette, ketika saraf seseorang tidak bisa mereka kendalikan.

Sindrom ini pun mencuat, setelah viral sebuah video di media sosial TikTok terkait gadis asal Palembang. Gadis asal Palembang tersebut mengaku bahwa dia merasakan gejala sindrom Tourette tersebut ketika kecemasan yang dimilikinya kambuh.

Sindrom Tourette sendiri dikaitkan dengan berbagai bagian otak, termasuk area yang disebut ganglia basal, yang membantu mengontrol gerakan tubuh. Adanya kelainan di sana bisa memengaruhi sel-sel saraf dan bahan kimia yang membawa pesan di antara mereka.

Berdasarkan penelitian para ahli, masalah di jaringan otak tersebut mungkin berperan dalam terjadinya sindrom Tourette. Namun, para ahli belum mengetahui persis apa yang menyebabkan masalah pada otak tersebut.

Sindrom Tourette

Namun, ada beberapa faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko seseorang mengidap sindrom Tourette seperti dilansir dari Mayo Clinic, diantaranya yakni :

Jenis kelamin

Sindrom Tourette biasanya lebih sering terjadi pada anak laki-laki yang memiliki gen warisan ketimbang anak perempuan. Laki-laki berisiko tiga sampai empat kali lebih tinggi dibanding perempuan untuk mengalami gejala sindrom tersebut.

Riwayat dalam keluarga

Seseorang yang memiliki orang tua atau anggota keluarga lain yang memiliki riwayat sindrom Tourette, berpeluang besar mengalaminya juga.

Sejumlah studi genetik telah membuktikan bahwa masalah sistem saraf tersebut diwariskan sebagai gen dominan, dengan kemungkinan sekitar 50 persen orang tua mewariskan gen tersebut kepada anak-anak mereka. Meski begitu, gejala yang dialami mungkin berbeda antara orang tersebut dengan keluarganya.

Metabolisme yang tidak normal

Sindrom Tourette yang memiliki gejala berupa badan bergerak-gerak sendiri bisa dipicu oleh metabolisme (pemecahan) abnormal dari bahan kimia di otak yang disebut dopamin.

Berdasarkan beberapa penelitian, penyebab sindrom Tourette kemungkinan akibat dari beberapa gen yang berinteraksi dengan faktor lain di lingkungan. Meski begitu, para peneliti masih mempelajari penyebab lain dan faktor risiko lingkungan yang mungkin berkontribusi terhadap sindrom tersebut.

Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa faktor berikut juga bisa berpengaruh terhadap berkembangnya sindrom Tourette. Diantaranya yakni merokok selama kehamilan, mengalami komplikasi kehamilan, lahir dengan berat badan rendah, dan infeksi.

Pengobatan atau terapi sindrom Tourette

Sayangnya, tidak ada pengobatan yang bisa menyembuhkan sindrom Tourette dengan sempurna. Namun, tics atau gejala gerakan tubuh dan suara berulang-ulang bisa dikurangi atau diredakan dengan obat-obatan atau terapi.

Obat-obatan yang biasanya digunakan untuk mengendalikan sindrom Tourette diantaranya yakni obat-obatan yang memblokir atau mengurangi dopamin, suntikan Botulinum (Botox), obat darah tinggi, antidepresan, dan obat anti kejang.

Sementara terapi yang bisa membantu mengendalikan gejala sindrom Tourette, diantaranya adalah terapi perilaku, psikoterapi dan stimulasi otak dalam yang dilakukan dengan menanam perangkat medis yang dioperasikan dengan baterai di otak untuk mengirimkan stimulasi listrik ke area target yang mengontrol gerakan.

(Martin Bagya Kertiyasa)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement