MENGEDIPKAN mata berulang-ulang, mengangkat bahu, atau membuat suara aneh ternyata bagian dari gangguan pada sistem saraf. Penyakit itu pun disebut dengan Sindrom Tourette, ketika saraf seseorang tidak bisa mereka kendalikan.
Sindrom ini pun mencuat, setelah viral sebuah video di media sosial TikTok terkait gadis asal Palembang. Gadis asal Palembang tersebut mengaku bahwa dia merasakan gejala sindrom Tourette tersebut ketika kecemasan yang dimilikinya kambuh.
Sindrom Tourette sendiri dikaitkan dengan berbagai bagian otak, termasuk area yang disebut ganglia basal, yang membantu mengontrol gerakan tubuh. Adanya kelainan di sana bisa memengaruhi sel-sel saraf dan bahan kimia yang membawa pesan di antara mereka.
Berdasarkan penelitian para ahli, masalah di jaringan otak tersebut mungkin berperan dalam terjadinya sindrom Tourette. Namun, para ahli belum mengetahui persis apa yang menyebabkan masalah pada otak tersebut.

Namun, ada beberapa faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko seseorang mengidap sindrom Tourette seperti dilansir dari Mayo Clinic, diantaranya yakni :
Jenis kelamin
Sindrom Tourette biasanya lebih sering terjadi pada anak laki-laki yang memiliki gen warisan ketimbang anak perempuan. Laki-laki berisiko tiga sampai empat kali lebih tinggi dibanding perempuan untuk mengalami gejala sindrom tersebut.
Riwayat dalam keluarga
Seseorang yang memiliki orang tua atau anggota keluarga lain yang memiliki riwayat sindrom Tourette, berpeluang besar mengalaminya juga.
Sejumlah studi genetik telah membuktikan bahwa masalah sistem saraf tersebut diwariskan sebagai gen dominan, dengan kemungkinan sekitar 50 persen orang tua mewariskan gen tersebut kepada anak-anak mereka. Meski begitu, gejala yang dialami mungkin berbeda antara orang tersebut dengan keluarganya.