JAKARTA - Beredar isu soal penggunaan AirPods atau earbud bluetooth bisa menyebabkan kanker otak. Hal ini sempat menjadi perbincangan di media sosial.
Namun ternyata isu tersebut tidak didukung bukti ilmiah yang kuat. Informasinya simpang siur hanya dari klaim yang viral dan keliru.
Dr. Jay Jagannathan, seorang ahli bedah saraf bersertifikat yang fokus pada kasus otak dan tulang belakang menjawab soal hubungan antara AirPods dan kanker otak. Dalam sebuah unggahan di Instagram pada 4 Januari, ia menjelaskan bagaimana sinyal Bluetooth bekerja dan apa risikonya secara nyata.
AirPods dan earbud tanpa kabel lainnya menggunakan sinyal radio frekuensi (RF) non-ionisasi. Sinyal ini berbeda dengan radiasi ionisasi seperti sinar X yang memang berpotensi merusak DNA sel.
Dr Jagannathan menekankan bahwa sinyal RF dari Bluetooth jauh lebih lemah daripada dari ponsel, diperkirakan 10 sampai 400 kali lebih rendah. Sehingga eksposurnya jauh lebih kecil dibanding penggunaan telepon genggam biasa.