dr. Khurana juga membagikan beberapa hal yang harus diperhatikan wanita saat menggunakan pembalut, yaitu di antaranya:
1. Jangan biarkan pembalut tetap kering selama berjam-jam, ini dapat menyebabkan infeksi jamur dan ruam di bagian pribadi dan keluarnya cairan yang berbau.
2. Jika wanita yang tidak bekerja menggunakan pembalut kain katun, maka pembalut ini harus dicuci secara higienis, dikeringkan dengan sinar matahari. Ini karena akan mensterilkannya, dan meletakkannya di tempat yang bersih untuk digunakan kembali.
3. Wanita harus melakukan diet seimbang selama waktu ini untuk mengatasi kram menstruasi dan gejala menstruasi lainnya.
Lebih lanjut, kata dr. Khurwna juga mendorong perempuan untuk mencoba pembalut ramah lingkungan yang sudah tersedia di pasaran, seperti yang terbuat dari bambu, serat pisang yang mudah terurai.
Menurutnya, higiene menstruasi harus diajarkan di tingkat sekolah sebagai bagian dari pendidikan seks. Berbagai LSM bekerja untuk mendidik lebih banyak perempuan dan membagikan pembalut secara gratis.
"Jadi, menjaga kebersihan menstruasi adalah sangat penting sehingga bahwa wanita tidak terjebak dalam masalah infeksi berulang dan konsekuensinya di kemudian hari," terangnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.