PERNAH mendengar kalimat dalam iklan makanan, “Lo rese kalau lagi lapar”? Seseorang yang tengah dilanda kelaparan bisa bersikap tidak menyenangkan.
Disenggol sedikit, marah. Diajak bicara, ketus. Ada apa di balik rasa lapar sehingga menyebabkan orang bereaksi seperti itu?
Kondisi tersebut bisa dijelaskan secara ilmiah. Istilah untuk m enyebutkan rasa bete, terganggu, dan mudah marah akibat perut keroncongan disebut sebagai “hangry”, gabungan dari hungry dan angry.

Marah saat lapar atau hangry sebetulnya adalah reaksi alamiah tubuh memberikan sinyal pada manusia untuk segera makan. Dalam rentang waktu dari terakhir kali makan hingga tiba waktunya seseorang merasa lapar, nutrisi dan glukosa dalam tubuh mengalami penurunan. Kondisi berkurangnya nutrisi ini mengirim sinyal ke otak seolah sedang memasuki fase “bahaya” yang dapat mengancam jiwa.