Tak hanya itu, palet warna hijau seperti Lichen dan Arugula pun menambah keindahan koleksi kali ini. Beberapa warna ikonik lainnya yang dapat ditemukan di koleksi ini adalah Oyster, Parfait, Amaranth, dan Sapphire. Warna-warna tersebut merupakan beberapa pilihan yang memicu motivasi dalam berkarya dan menciptakan elemen kejutan.
"Saya memiliki harapan bahwa kami kedepannya akan terus bertahan dan kemudian terinspirasi, serta menginspirasi. Perubahan ini kami rasa akan menjadi umum di kemudian hari dan beradaptasi adalah kuncinya. Koleksi ini menurut kami cukup dapat bertahan dari waktu ke waktu, bahkan menjadi pengingat bahwa dalam setiap kesulitan, selalu ada harapan," kata Sapto Djojokartiko.

Sapto Djojokartiko merasa pandemi telah mengubah dirinya menjadi seseorang yang baru dan lebih maju. Hal ini bukan hanya soal koleksi, melainkan juga bagaimana bisnis fashionnya berkembang ke arah masa depan meski akar dari setiap busana tetap dipertahankan.
"Cara kami membawa brand Sapto Djojokartiko terus berkembang dan itu membuka kesempatan yang baru bagi kami berdialog dengan audiens kami yang sudah lama bersama maupun yang baru. Desain koleksi tentunya tetap yang tak lekang oleh waktu," ungkap Sapto.
"Dengan bantuan digitalisasi, kami terus menggapai lebih banyak audiens. Bahkan, cara kami mempublikasi koleksi kini sudah memanfaatkan konten video untuk menampilkan ragam koleksi yang ada. Platform website pun tengah dikembangkan dan ini tentunya dengan harapan terus berkembangnya bisnis ini," tambahnya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.