DINAS Kebudayaan Kota Palembang telah menggagas tarian adat untuk menyambut tamu yang baru yakni Tari Sambut Palembang Darussalam. Tarian tersebut akan menggantikan Tari Gending Sriwijaya yang akan "dimusnahkan".
Kepala Dinas Kebudayaan Palembang, Sudirman Teguh menjelaskan, pihaknya menilai selama ini kalau ada tamu atau penyambutan selalu memakai Tari Gending Sriwijaya atau Tari Tanggai. Padahal, tarian itu tidak mencerminkan adat istiadat Kesultanan Palembang.
Menurutnya, dari gerakan, pakaian penari, dan musik dalam Tari Gending Sriwijaya indentik dengan ajaran Hindu-Budha.
Oleh karena itu, lanjut Sudirman, Palembang dengan mayoritas penduduk beragama Islam, sudah saatnya memiliki tarian sendiri. Perlu ada evaluasi gerakan, lagu atau musik pengiring, dan pakaian yang dipakai penari yang bernuansa Islami.
"Kalau ditanya bagaimana gerakkannya saya tidak tahu, saya bukan ahli tari. Tapi kami dari Kebudayaan mendiskusikan dengan ahli tari, seniman atau budayawan soal ini. Mereka mendukung dan lebih paham," ujar Sudirman dikutip dari Sindonews.com.
Dia menjelaskan pihaknya berencana menggelar lomba cipta tari Sambut Palembang Darussalam tersebut. Perlombaan dilaksanakan setelah pemilihan Duta Budaya. "Mungkin sekitar akhir April mendatang," tegasnya.