Kawasan Pucung Wukirsari ini sudah dilengkapi gasebo sebagai tempat menyambut para wisatawan termasuk kantong parkir yang mampu menampung bus berbadan besar.
Bahkan, dalam waktu tak lama lagi dibangun sentra pertunjukan wayang kulit atau pentas seni lainnya agar wisatawan semakin nyaman berkunjung.
Lebih senang menggunakan kulit kerbau ketimbang sapi
Perajin di kawasan ini lebih senang menggunakan kulit kerbau lantaran bisa digunakan untuk membuat wayang besar dan medium. Meski dibanderol sekitar Rp 80 ribu per kilogram atau lebih mahal ketimbang kulit sapi kualitas wayang yang dihasilkan lebih bagus dan bisa tahan lama karena tidak mengandung banyak lemah.
Sedangkan kulit sapi atau kambing biasanya digunakan untuk membuat kap lampu serta harus didatangkan dari sumatera atau kalimantan lantaran harus berebut dengan industri besar yang juga mengandalkan kulit sebagai bahan baku produksinya.
Mulai memperhatikan regenerasi perajin wayang
Paguyuban mulai memikirkan eksistensi kerajinan wayang kulit dan turunnya dengan menyiapkan regenerasi. Muatan lokal tentang kesenian dan kerajinan wayang mulai diajarkan di kelas 4 sekolah dasar (SD). Bahkan, paguyuban akan menyediakan kursus gratis agar kesenian adiluhung ini tidak musnah dari Indonesia.
(Amril Amarullah (Okezone))
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.