Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ini Lima Fakta Unik Sentra Wayang Kulit Pucung

Agregasi Kedaulatan Rakyat , Jurnalis-Senin, 28 Maret 2016 |11:06 WIB
Ini Lima Fakta Unik Sentra Wayang Kulit Pucung
Perajin wayang kulit di Pucung (foto: KRjogja)
A
A
A

Karena kedekatannya dengan Sultan, Mbah Glemboh kemudian diberi tugas untuk merawat dan menjaga wayang keraton. Kemudian pada tahun 1918, Mbah Glemboh tertarik membuat wayang sendiri. Dirumahnya, Ia belajar menatah wayang, dibantu oleh empat orang tetangganya yaitu Mbah Reso Mbulu, Mbah Cermo, Mbah Karyo, dan Mbah Sumo. Awalnya, wayang kulit buatan Mbah Glemboh hendak dibawa ke keraton, untuk diperlihatkan kepada Sultan.

Namun ditengah perjalanan, Be¬landa melihat hasil karya tersebut lalu membeli semuanya. Ternyata tidak hanya Belanda yang tertarik, pemilik salah satu toko batik terkenal yang kebetulan melihat, membawa wayang itu, kemudian membeli dan memajang wayang Mbah Glemboh ditoko batiknya.

Hingga tahun 1930, Mbah Glemboh masih membuat wayang bersama keempat temannya beserta anak-anak mereka. Kemudian pada tahun 1970, PT Sarinah (perusahaan BUMN di Jakarta) datang ke Yogyakarta dan tertarik dengan wayang kulit hasil karya warga Pucung.

Lama kelamaan, wayang kulit Mbah Glemboh makin dikenal dan laris dibeli pelanggan. Banyaknya peminat wayang menginisiatif¬kan warga Pucung untuk ikut mem¬produksi tatah sungging wayang. Hingga sekarang, warga Pucung masih memproduksi wayang. Keahlian menatah wayang mereka dapatkan secara turun temurun.

 

Mampu Memproduksi 5000 Wayang

Di kawasan ini terdapat 830 perajin dan 51 Industri Kecil dan Menengah (IKM). Dalam sebulan mampu memproduksi wayang kulit hingga turunan produk lainnya seperti kipas sampai gantungan kunci. Kualitas wayang kulit yang dihasilkan dibedakan halus, sedang dan kasar. Semakin halus kualitas wayang, akan semakin mahal pula harganya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement