Fakta lainnya, para perajin wayang umumnya mampu membuat aneka turunan produk kulit. Sebaliknya, perajin kap lampu, gantungan kunci atau kipas belum tentu bisa membuat wayang karena membutuhkan keahlian khsusus.
Harga wayang kulit sekitar Rp 10 juta sampai ratusan juga rupiah yang umumnya pesanan khsusus dari wisatawan atau penggemar wayang kulit dari luar negeri. Umumnya hasil karya perajin di ekspor ke Belanda, Australia, Jerman sampai Selandia Baru.
Perajin mulai membuat wayang medium ukuran 30 cm agar mudah dibawa langsung para penggemarnya. Melalui paguyuban warga setempat akan dibuat 'show room' bersaama sehingga memudahkan pemasarannya.
Hasil penjualan akan diserahkan langsung kepada perajin yang selama ini selalu memajang hasil karyanya di rumah masing-masing. Pembentukan paguyuban ini akan menciptakan kesejahteraan bersama warga setempat.
Dibangun gasebo dan homestay di rumah penduduk
Selama ini hanya ada beberapa warga sekitar yang menyediakan fasilitas menginap bagi wisatawan domestik atau mancanegara. Namun, di masa depan para penduduk yang umumnya perajin wayang bersama-sama melengkapi fasilitas menginap dalam satu paket wisata.
Pengunjung direncanakan bisa mempelajari atau membuat wayang dari para perajin. Selanjutnya, wayang hasil buatannya bisa dibawa pulang sebagai cinderamata.