Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ini Lima Fakta Unik Sentra Wayang Kulit Pucung

Agregasi Kedaulatan Rakyat , Jurnalis-Senin, 28 Maret 2016 |11:06 WIB
Ini Lima Fakta Unik Sentra Wayang Kulit Pucung
Perajin wayang kulit di Pucung (foto: KRjogja)
A
A
A

YOGYA - Pucung merupakan sentra kerajinan tatah sungging kulit, khususnya wayang yang berlokasi di Dusun Karangasem, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tatah berarti mema¬hat, sedangkan sung¬ging artinya mewarnai.

Jadi, tatah sungging adalah proses memahat dan mewarnai pada suatu media. Di Pucung, media yang digunakan adalah kulit sapi dan kerbau. Kulit-kulit ini lah yang nantinya dibuat menjadi wayang.

Ketua Paguyuban Wukirsari Suyono mengungkapkan asal usul dan keunikan kawasan ini yang akan menjadi desa wisata dan alternatif destinasi wisata di Yogyakarta di masa depan. Berikut ulasannya, seperti dikutip dari KRjogja.com, Senin (28/3/2016).

Sejarah Kawasan Pucung

Sejarah Pucung menjadi kampung peng¬rajin wayang berawal dari kehadiran Mbah Atmo Karyo atau biasa disebut Mbah Glemboh, Lurah (kepala desa) Dusun Pucung pada tahun 1917, sebelum Pucung berubah nama menjadi Du¬sun Karangasem. Pada zaman dulu, untuk menjadi seorang lurah harus mendapatkan pelatihan dari panewon (ke¬camatan).

Panewon memiliki hubu¬ngan langsung dengan Keraton. Pelatihan¬nya pun dibina langsung oleh Sultan. Pada masa itu, Sultan yang bertahta adalah Hamengkubuwono VII. Secara tidak langsung, Mbah Glemboh pun men¬jadi abdi dalem Keraton.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement