Makanan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan zat besi, terutama bagi orang yang membutuhkan asupan lebih tinggi, seperti mereka yang mengalami menstruasi dengan perdarahan banyak atau memiliki simpanan zat besi rendah.
Buat kamu yang ingin mendapatkan zat besi dari sumber nabati, lentil bisa menjadi pilihan yang menarik. Satu cangkir lentil mengandung sekitar 6 miligram zat besi atau 34 persen dari nilai kebutuhan harian.
Jumlah tersebut bahkan lebih dari dua kali lipat kandungan zat besi dalam satu porsi daging sapi yang umum dikonsumsi.
Meski begitu, zat besi dalam lentil termasuk jenis nonheme sehingga penyerapannya tidak seefisien zat besi dari makanan hewani. Untuk membantu penyerapannya, lentil bisa dikonsumsi bersama makanan yang kaya vitamin C.
Tahu bukan hanya sumber protein nabati, tetapi juga mengandung zat besi yang cukup tinggi. Tahu terbuat dari kacang kedelai yang mengandung zat besi nonheme. Kandungan zat besi dalam tahu bisa lebih dari dua kali lipat dibandingkan steik.
Karena rasanya relatif netral dan mudah dipadukan dengan berbagai bahan makanan, tahu bisa diolah menjadi banyak menu. Kamu bisa menggorengnya, memanggangnya, menumisnya, atau menambahkannya ke dalam hidangan lain.