Pola makan yang tinggi olahan dan rendah serat dapat menyebabkan sembelit. Oleh karena itu, konsumsi makanan yang tinggi serat seperti buah-buahan, sayuran, sereal gandum utuh, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Serat menambah volume tinja dan membantu pergerakannya melalui usus besar.
Duduk dalam waktu lama dapat memperlambat gerakan usus. Kurangnya aktivitas fisik inilah yang memicu sembelit. Lakukan aktivitas teratur seperti jalan kaki ringan untuk membantu menjaga kelancaran buang air besar.
Berulang kali menunda buang air besar bisa memperparah sembelit.
Beberapa jenis obat pereda nyeri, suplemen zat besi dan kalsium, obat alergi, antidepresan, serta obat tekanan darah dapat menyebabkan sembelit. Segera konsultasi ke dokter jika ada dugaan obat tertentu memengaruhi gerakan usus.
Waktu makan yang tidak teratur, adanya gangguan tidur, dan perubahan rutinitas harian dapat memengaruhi kebiasaan buang air besar. Selain itu, stres dapat mengubah pola buang air besar karena adanya hubungan erat antara usus dan otak (gut-brain axis).
Sembelit yang tidak kunjung sembuh mungkin terkait dengan kondisi seperti masalah tiroid atau disfungsi otot dasar panggul. Segera periksakan ke dokter apabila ada perubahan kebiasaan buang air besar yang tidak dapat dijelaskan, terutama pada orang lanjut usia.