KASUS influenza tipe A belakangan menjadi perhatian setelah dilaporkan mengalami peningkatan. Kondisi ini membuat masyarakat bertanya-tanya, apakah virus tersebut merupakan virus baru atau sebenarnya sudah lama beredar namun kembali meningkat?
Lalu, apa penyebab influenza A kembali merebak? Dokter Spesialis Anak dari Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Yogi Prawira, Sp.A, Subsp.ETIA(K), dalam acara Morning Zone di Youtube Okezone, memberikan penjelasan.
“Jadi memang betul sekali beberapa waktu belakangan ini bahkan kita juga bisa buka datanya ke Menkes ya, ada peningkatan insiden dari influenza tipe A,” ujar dr. Yogi.
“Ini ada influenza itu kan sebenarnya bukan virus baru ya, tapi sudah beredar kalau yang sekarang ini kan yang banyak kita temukan itu H1N1, beberapa ada H3N2. Untuk H1N1 itu sebenarnya sejak pandemi 2009 itu sudah ditemukan ya. Jadi saat ini sudah menjadi bagian dari flu musiman,” lanjutnya.
Menurut dr. Yogi, salah satu karakteristik virus influenza adalah kemampuannya mengalami perubahan atau mutasi secara bertahap. Perubahan kecil pada virus ini dikenal dengan istilah antigenic drift.
Perubahan tersebut dapat membuat kekebalan tubuh yang terbentuk setelah seseorang mengalami infeksi sebelumnya tidak selalu memberikan perlindungan yang sama terhadap virus yang beredar pada periode berikutnya.
“Tapi kenapa kemudian insidennya meningkat, gejalannya juga lumayan berat, apalagi yang belum divaksin ya, karena virus influenza itu dia punya sifat dia akan bermutasi secara sedikit demi sedikit, namanya antigenic drift gitu,”
“Sehingga kekebalan dari infeksi virus sebelumnya, misalnya tahun sebelumnya kita udah pernah kena nih, tapi tahun ini si virus tadi dia sudah bermutasi sehingga kita bisa kena lagi,”
Artinya, seseorang yang sebelumnya pernah terkena influenza tetap dapat kembali terinfeksi ketika virus influenza mengalami perubahan.