Bagi orang yang tidur menyamping, kepala berpotensi berada lebih rendah daripada bahu. Posisi ini dapat memberikan tekanan pada sisi leher dan memicu rasa sakit atau kaku. Dalam jangka panjang, tekanan tersebut berpotensi memengaruhi otot dan ligamen.
Sementara itu, orang yang tidur telentang tanpa bantal dapat mengalami posisi kepala yang terlalu menengadah. Kondisi tersebut membuat sendi-sendi kecil di bagian belakang leher mendapat tekanan dan dapat membebani otot serta ligamen di bagian depan leher.
Jadi, Perlukah Tidur Tanpa Bantal?
Secara umum, penggunaan bantal lebih disarankan untuk membantu menjaga posisi kepala dan leher tetap sejajar dengan tulang belakang. Namun, kebutuhan setiap orang dapat berbeda berdasarkan posisi tidur dan kondisi tubuh.
Bagi orang yang tidur tengkurap, bantal yang sangat tipis atau bahkan tanpa bantal dapat menjadi pilihan yang lebih nyaman. Sementara itu, mereka yang tidur menyamping atau telentang umumnya membutuhkan penyangga leher yang sesuai.
Pada akhirnya, fungsi utama bantal bukan sekadar membuat tidur lebih nyaman, melainkan membantu mempertahankan posisi tulang belakang yang netral selama beristirahat.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)