JAKARTA - Tidur bukan sekadar waktu bagi tubuh untuk beristirahat setelah menjalani aktivitas seharian. Kualitas dan durasi tidur turut berperan dalam menjaga kesehatan fisik maupun mental. Jika seseorang terus-menerus tidur dalam waktu yang kurang, berbagai masalah kesehatan dapat muncul dan memengaruhi kualitas hidup.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyebutkan, orang dewasa umumnya membutuhkan sekitar 7-9 jam tidur setiap malam. Kebutuhan tersebut dapat berbeda pada setiap individu, tetapi tidur yang terlalu sedikit secara terus-menerus sebaiknya tidak dianggap sebagai kebiasaan yang normal.
Melansir Health Partners, kurang tidur atau tidur yang sering terputus dikaitkan dengan sejumlah risiko kesehatan, di antaranya:
Tidur bahkan kerap disebut sebagai salah satu fondasi utama kesehatan bersama dengan pola makan bergizi dan aktivitas fisik. Ketiganya perlu dijaga secara seimbang untuk mendukung kondisi tubuh secara optimal.
Masalah tidur dan kecemasan dapat muncul secara bersamaan sehingga tidak selalu mudah menentukan kondisi mana yang lebih dulu terjadi. Kecemasan dapat membuat seseorang sulit tidur, tetapi gangguan tidur yang berlangsung dalam waktu lama juga dapat memperburuk kondisi psikologis.