JAKARTA - Tidur merupakan kebutuhan penting bagi tubuh untuk memulihkan energi dan menjaga fungsi fisik maupun mental. Namun, terlalu banyak menghabiskan waktu di tempat tidur tidak selalu berarti seseorang sedang membutuhkan istirahat. Dalam kondisi tertentu, kebiasaan tidur berlebihan dapat menjadi cara untuk menghindari persoalan atau emosi yang sulit dihadapi.
Melarikan diri dari tekanan melalui tidur mungkin terasa menenangkan untuk sementara. Akan tetapi, jika tidur siang atau berdiam diri di tempat tidur mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut perlu diperhatikan.
1. Luka emosional
Peristiwa seperti putus hubungan, kehilangan pekerjaan, konflik keluarga, atau pengalaman menyakitkan lainnya dapat membuat seseorang memilih menarik diri. Salah satu bentuk respons yang muncul adalah menghabiskan lebih banyak waktu untuk tidur.
Tidur dapat memberikan jeda dari emosi yang terasa berat. Pada sebagian orang, kebiasaan ini juga dapat berkaitan dengan depresi. Karena itu, seseorang yang terus-menerus ingin tidur setelah mengalami tekanan emosional sebaiknya tidak langsung menganggapnya sebagai rasa malas.
2. Stres dan kelelahan berkepanjangan
Tekanan yang berlangsung terus-menerus dapat menguras energi tubuh dan pikiran. Stres juga dapat mengganggu kualitas tidur sehingga seseorang tetap merasa lelah meskipun sudah beristirahat cukup lama.
Akibatnya, seseorang mungkin memilih tetap berada di tempat tidur untuk mengganti waktu tidur yang sebelumnya hilang. Dalam jangka panjang, pola tersebut dapat berubah menjadi kebiasaan tidur berlebihan.