JAKARTA - Kemampuan bahasa anak bisa mulai diasah sejak bayi. Caranya pun tidak selalu rumit. Berbicara, bernyanyi, membaca, hingga bermain bersama bisa membantu anak belajar memahami dan mengekspresikan diri.
Setiap anak memang memiliki tahap perkembangan yang berbeda. Jadi, orang tua tidak perlu terlalu fokus pada kesempurnaan. Yang terpenting adalah terus membangun interaksi dan komunikasi dengan si kecil.
Berikut beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan sesuai usia anak yang telah dilansir dari Parents:
Untuk bayi, lagu dan musik bisa menjadi sarana mengenalkan berbagai suara, ritme, dan kosakata. Orang tua bisa menyanyikan lagu anak, memutar musik, atau mengajak bayi bergerak mengikuti irama.
Meski belum bisa membalas dengan kata-kata, bayi tetap memperhatikan suara, ekspresi, dan gerakan orang di sekitarnya. Cobalah mengajak bayi berbicara, menanggapi celotehnya, serta menggunakan ekspresi dan bahasa tubuh.
Saat memasuki usia balita, membaca buku bergambar bisa membantu menambah kosakata. Ajak anak menunjuk gambar, menyebutkan benda yang dilihat, atau membalik halaman bersama.
Orang tua juga bisa membiasakan diri menjelaskan apa yang sedang dilakukan. Misalnya, “Ibu sedang memasak” atau “Kamu sedang bermain mobil-mobilan.”
Cara sederhana ini membantu anak menghubungkan kata dengan benda dan aktivitas yang mereka lihat.
Permainan pura-pura, seperti menjadi dokter, koki, atau pahlawan super, juga bisa melatih kemampuan bahasa anak. Saat bermain, anak belajar menyusun cerita, membuat dialog, dan mengekspresikan perasaannya.
Cobalah tidak hanya memberikan pertanyaan yang jawabannya “ya” atau “tidak”. Berikan pertanyaan yang membuat anak bercerita.
Contohnya, “Menurut kamu, kenapa mobil itu bisa berjalan?” atau “Kalau punya kekuatan super, kamu mau melakukan apa?”
Anak masih berada dalam proses belajar, jadi wajar jika pengucapan atau susunan katanya belum tepat. Daripada langsung mengoreksi, orang tua bisa mengulang kalimat anak dengan susunan yang benar.
Dengan begitu, anak tetap belajar tanpa merasa malu atau takut untuk berbicara.
Pada akhirnya, perkembangan bahasa anak bisa didukung lewat aktivitas sederhana sehari-hari. Semakin sering anak diajak berkomunikasi, membaca, bermain, dan bercerita, semakin banyak kesempatan bagi mereka untuk belajar menggunakan bahasa.
(Agustina Wulandari )