JAKARTA - Cuaca panas ekstrem bisa meningkatkan risiko heatstroke atau serangan panas, terutama pada anak-anak dan lansia. Wakil Menteri Kesehatan Dante Harbuwono menjelaskan heatstroke dimulai dari gejala awal misalnya sakit kepala, menjadi lemas, kalau heatstroke lebih parah bisa timbul kejang-kejang, bahkan bisa mengalami penurunan kesadaran. So, jangan anggap remeh cuaca panas ya!
Menurut dr. Junya Shimazaki, dosen Kedokteran Gawat Darurat di Kansai Medical University, ada beberapa langkah penting yang bisa dilakukan untuk mencegah dampak buruk gelombang panas.
Melansir The Standard, kuncinya bukan hanya minum air yang cukup, tetapi juga menjaga keseimbangan elektrolit, memahami perbedaan suhu di dalam dan luar ruangan, serta membiasakan tubuh beradaptasi dengan cuaca panas.
Ini beberapa tips cerdas agar terhindar dari heatstroke menurut dr. Shimazaki.
Risiko terbesar saat berada di luar adalah paparan sinar matahari secara langsung. Karena itu, sebaiknya pakai topi, gunakan pakaian yang longgar dan mudah menyerap keringat, pilih tempat yang teduh, dan gunakan payung. Pakaian berwarna terang, seperti putih, lebih baik dalam memantulkan panas dibandingkan warna gelap seperti hitam.
Banyak orang mengira berada di dalam rumah selalu aman dari panas. Padahal, suhu di dalam ruangan bisa berbeda-beda. Area dekat jendela yang terkena sinar matahari langsung bisa menjadi titik paling panas. Karena itu, gunakan tirai atau gorden yang bisa menghalangi sinar matahari.
Bagaimana dengan membuka jendela?