Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter hewan, unta tersebut mengalami luka gores pada salah satu kaki dan berada dalam kondisi kelelahan. Pemerintah daerah juga menyatakan pemilik unta telah lalai memenuhi standar perawatan hewan yang berlaku.
Sebagai tindak lanjut, seluruh pemilik unta di lokasi wisata diminta menghentikan sementara operasional mereka. Unta yang mengalami cedera juga diwajibkan menjalani perawatan hingga pulih.
Selain itu, pengelola objek wisata diminta meningkatkan pengawasan terhadap kesejahteraan hewan. Pemerintah mewajibkan pemeriksaan kesehatan secara berkala serta penerapan sistem rotasi kerja agar unta memperoleh waktu istirahat yang cukup.
Kasus ini kembali memunculkan sorotan terhadap pemanfaatan satwa sebagai atraksi wisata di China. Sebelumnya, publik juga dibuat geram setelah beredar video burung kormoran di kawasan wisata Guangxi yang diikat pada rakit kayu hingga berjam-jam di bawah terik matahari, sehingga memicu kritik terhadap praktik pengelolaan satwa di sejumlah destinasi wisata.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)