JAKARTA - Baby blues merupakan kondisi yang cukup umum dialami ibu setelah melahirkan. Meski biasanya bersifat sementara, kondisi ini tetap perlu diperhatikan karena pada beberapa kasus dapat berkembang menjadi gangguan kesehatan mental yang lebih serius.
Baby blues umumnya muncul beberapa hari setelah persalinan. Gejalanya meliputi perubahan suasana hati, mudah menangis, cemas, sedih, hingga lebih sensitif atau mudah tersinggung. Kondisi tersebut biasanya berlangsung selama beberapa hari hingga maksimal dua minggu.
Sekitar 70 hingga 80 persen ibu yang baru melahirkan disebut pernah mengalami baby blues. Perubahan hormon, kelelahan, kurang tidur, serta tekanan dalam beradaptasi sebagai orang tua baru menjadi beberapa faktor yang memicu kondisi ini.
Ibu yang mengalami baby blues juga kerap merasa kewalahan menghadapi tanggung jawab baru dalam merawat bayi. Bahkan, tidak sedikit yang mulai meragukan kemampuan diri sebagai seorang ibu. Meski demikian, sebagian besar kondisi ini dapat membaik dengan sendirinya seiring proses pemulihan tubuh dan penyesuaian emosional pascapersalinan.
Baby blues dapat menjadi kondisi yang serius apabila gejalanya tidak membaik setelah dua minggu atau justru semakin berat. Jika hal tersebut terjadi, kondisi ini bisa berkembang menjadi depresi pascapersalinan atau postpartum depression.