Sebaliknya, jika anak terlihat sangat pucat, gemetar, pusing, atau sulit fokus sebelum waktu berbuka, itu bisa menjadi tanda bahwa ia belum mampu menjalani puasa penuh.
Ihda juga menegaskan bahwa secara agama, membatalkan puasa pada anak yang belum baligh demi menjaga kesehatan tidak dianggap berdosa.
“Justru sejalan dengan prinsip menjaga jiwa (hifz an-nafs),” katanya.
Dengan pendampingan yang tepat, orang tua dapat membantu anak belajar berpuasa secara aman, sehat, dan menyenangkan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)