JAKARTA - Viral Pemerintah Malaysia menjemput warganya yang hidup susah selama 18 tahun di Lombok. Setelah 18 tahun hidup dalam kemiskinan di Lombok, Norida Akmal Ayob (45) akhirnya pulang ke Malaysia bersama dua anaknya.
Dia sebelumnya mengikuti suami ke Indonesia, namun ditinggalkan suami karena menikah lagi. Ia harus bekerja sebagai petugas kebersihan untuk bertahan hidup. Pemulangannya difasilitasi Pemerintah Malaysia bersama Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia dan otoritas setempat.
Wakil Menteri Dalam Negeri Malaysia, Shamsul Anuar Nasarah, menyampaikan informasi itu melalui unggahan di akun Facebook pribadinya. “Selama 18 tahun hidup terpisah dari keluarganya setelah pernikahannya tidak berlangsung lama, Norida harus menjalani hidup sendiri dalam kemiskinan,” kata Shamsul Anuar Nasarah.
Dia menjelaskan, perpisahan dengan suaminya terjadi setelah pria tersebut menikah lagi. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Norida bekerja sebagai tukang sapu. “Perpisahan itu terjadi karena suaminya menikah lagi. Untuk mencari rezeki, Norida bekerja sebagai tukang sapu,” ujarnya.
Shamsul Anuar juga mengungkapkan bahwa Norida memiliki dua anak dengan kewarganegaraan berbeda. Anak pertamanya, Nur Fateen Akmadiana, lahir di Malaysia dan berstatus warga negara Malaysia, sedangkan anak keduanya, Muhammad Sabani Daniel, tercatat sebagai warga negara Indonesia.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)