“Kalau sekarang merata kayaknya. Jadi hampir semua, tempelan juga merata tahun ini. Kalau penghasilan tergantung, namanya tukang dagang pasti ada turun naik, tapi alhamdulillah semuanya naik,” ucapnya.
Nuansa merah yang kental di Glodok memang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat, termasuk Ratna, salah satu pembeli setia yang setiap tahun rutin berkunjung ke Petak Sembilan. Bagi Ratna, berburu pernak-pernik di kawasan tersebut sudah menjadi tradisi keluarga untuk menghidupkan suasana Hari Raya Imlek.
“Biasanya tiap tahun, setahun sekali. Kalau lagi mau Imlek kan seru nuansanya, merah-merah,” ungkap Ratna.
Biasanya, ia membeli beberapa pernak-pernik yang diperlukan untuk perayaan Imlek seperti angpao, lampion, taplak meja, hingga makanan khas Tionghoa.
“Biasanya paling angpao ya. Selain angpao, biasanya lampion atau mungkin taplak meja,” tuturnya.
Meski tahun ini memasuki shio yang baru, barang-barang ikonik seperti angpao dan kuliner khas tetap menjadi incaran utama. Ratna berharap perayaan Imlek tahun ini membawa keberuntungan dan kemajuan yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Paling ya angpao, baju tidur, atau kue-kue. Cuma mungkin sekarang lebih ke kuliner juga. Harapannya ya semoga lebih maju, lebih baik dari tahun-tahun lalu,” tutupnya.
(Rani Hardjanti)