KABAR buruk datang dari pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong. Dia harus menjalani perawatan di rumah sakit setelah didiagnosis mengalami Influenza A.
Kabar tersebut disampaikan langsung oleh pelatih asal Korea Selatan itu melalui unggahan di akun media sosial pribadinya. Shin Tae-yong mengungkapkan bahwa dirinya mengalami batuk dan pilek selama sekitar 1 pekan hingga harus mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.
"Saya telah mengalami batuk dan pilek selama seminggu, jadi saya dirawat di rumah sakit. Hasil tes kembali dengan diagnosis flu tipe A.
Saya dirawat di rumah sakit dan sekarang saya merasa jauh lebih baik. Saya menonton pertandingan berikutnya di rumah. Terima kasih kepada semua orang yang telah khawatir tentang saya," tulis Shin Tae-yong di Instagram.

Kondisinya kini dilaporkan berangsur membaik. Meski demikian, ia dipastikan tidak dapat mendampingi Persija Jakarta dalam pertandingan melawan Persebaya Surabaya yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta International Stadium (JIS) pada Sabtu, 7 November 2026.
Kabar sakitnya Shin Tae-yong pun menarik perhatian publik. Pasalnya, Influenza A merupakan salah satu jenis infeksi virus pernapasan yang dapat menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Lantas, apa sebenarnya Influenza A, bagaimana gejalanya, dan bagaimana cara mencegah penularannya?
Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Influenza A adalah infeksi saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh virus influenza tipe A. Virus ini dapat menyerang hidung, tenggorokan, hingga paru-paru.
Berbeda dengan flu biasa yang umumnya menimbulkan gejala ringan, Influenza A dapat menyebabkan keluhan lebih berat dan muncul secara mendadak. Virus Influenza A juga memiliki sejumlah subtipe, yang dibedakan berdasarkan protein permukaan hemagglutinin (H) dan neuraminidase (N). Beberapa subtipe yang dikenal antara lain H1N1 dan H3N2.
Influenza merupakan penyakit yang dapat menyerang siapa saja. Sebagian besar penderita dapat pulih tanpa perawatan khusus, tetapi kelompok tertentu berisiko mengalami komplikasi.

Gejala Influenza A umumnya muncul secara mendadak setelah seseorang terinfeksi virus. Tingkat keparahannya dapat berbeda-beda, mulai dari ringan hingga berat.
Ada sejumlah gejala yang perlu diperhatikan. Pertama, demam di mana suhu tubuh meningkat dan terkadang disertai menggigil.
Kedua, batuk. Batuk dapat berlangsung selama beberapa hari dan terkadang terasa cukup mengganggu. Ketiga, pilek dan hidung tersumbat di mana penderita dapat mengalami hidung berair atau kesulitan bernapas melalui hidung.
Ada juga gejala lain, seperti sakit tenggorokan hingga terasa nyeri, gatal, atau tidak nyaman saat menelan. Seseorang yang alami influenza A juga alami sakit kepala. Nyeri kepala dapat muncul bersamaan dengan gejala lainnya.
Gejala lainnya adalah nyeri otot dan sendi. Tubuh terasa pegal, lemas, dan tidak nyaman. Terakhir, ada kelelahan. Penderita dapat mengalami rasa lelah yang cukup berat sehingga aktivitas sehari-hari terganggu.
Tidak semua penderita Influenza A mengalami seluruh gejala tersebut. Bahkan, sebagian orang dapat terinfeksi tanpa menunjukkan gejala yang jelas.