Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kronologi dan Fakta-Fakta Bayi 28 Hari Bernama Alena Meninggal Usai Dicekoki Nenek Telur Mentah

Djanti Virantika , Jurnalis-Selasa, 13 Oktober 2026 |18:05 WIB
Kronologi dan Fakta-Fakta Bayi 28 Hari Bernama Alena Meninggal Usai Dicekoki Nenek Telur Mentah
Ilustrasi bayi. (Foto: Freepik)
A
A
A

KRONOLOGI dan fakta-fakta bayi 28 hari bernama Alena meninggal usai dicekoki nenek telur mentah akan diulas dalam artikel ini. Kabar tersebut menyita perhatian publik.

Bayi perempuan bernama Alena meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu 11 Oktober 2026. Kasus ini menjadi sorotan setelah beredar informasi bahwa Alena diduga diberi telur mentah oleh neneknya saat mengalami demam.

Viral Bayi Alena Meninggal Usai Diberikan Telur Mentah, Ini Kata Dokter

Alih-alih membaik, kondisi bayi tersebut dilaporkan memburuk hingga harus mendapatkan penanganan medis intensif. Kisah Alena pertama kali ramai diperbincangkan setelah pihak keluarga membagikan perkembangan kondisinya melalui media sosial Threads.

Unggahan tersebut kemudian mengundang perhatian dan simpati warganet yang berharap Alena dapat pulih. Namun, harapan keluarga tidak berakhir seperti yang diinginkan. Setelah menjalani perawatan di rumah sakit, Alena dinyatakan meninggal dunia pada usia yang belum genap satu bulan.

1. Kisah Alena Viral di Media Sosial

Kasus Alena menjadi perhatian setelah akun Threads @calistaarisha, yang merupakan tante atau bibi Alena, membagikan informasi mengenai kondisi bayi tersebut. Dalam unggahannya, keluarga menyampaikan Alena berada dalam kondisi kritis dan membutuhkan perawatan intensif di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU).

Keluarga juga meminta bantuan serta doa dari masyarakat agar bayi tersebut segera mendapatkan penanganan yang dibutuhkan. Unggahan itu kemudian menyebar luas dan memicu beragam tanggapan dari warganet.

Banyak orang berharap Alena dapat melewati masa kritisnya. Informasi mengenai dugaan pemberian telur mentah oleh neneknya turut menjadi perhatian publik.

2. Alena Diduga Diberi Telur Mentah saat Demam

Berdasarkan informasi yang disampaikan keluarga melalui media sosial, Alena sebelumnya mengalami demam. Dalam kondisi tersebut, nenek Alena yang disebut merupakan ibu dari ayah bayi itu diduga memberikan telur mentah dengan alasan untuk menurunkan panas.

Setelah kejadian tersebut, kondisi Alena dilaporkan semakin memburuk. Bahkan, sang bayi sampai membutuhkan penanganan medis di rumah sakit.

 

3. Dirawat Intensif di RSUD Dr. Soetomo

Alena mendapatkan penanganan di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, sejak Jumat 9 Oktober 2026. Pada pagi hari yang sama, Alena kemudian mendapatkan perawatan di ruang NICU.

NICU merupakan unit perawatan intensif khusus bayi baru lahir yang membutuhkan pemantauan dan penanganan medis secara ketat. Pihak rumah sakit dikabarkan telah memberikan penanganan sesuai prosedur dan kebutuhan pasien sejak Alena tiba dalam kondisi yang memprihatinkan.

4. Alena Meninggal Dunia pada Usia 28 Hari

Setelah menjalani perawatan intensif selama sekitar tiga hari, Alena dinyatakan meninggal dunia pada Minggu 11 Oktober 2026 pukul 07.10 WIB. Pihak RSUD Dr. Soetomo menyampaikan bahwa Alena meninggal pada usia 28 hari.

Kabar duka itu kemudian disampaikan kembali oleh pihak keluarga melalui akun Threads yang sebelumnya membagikan perkembangan kondisi Alena. Keluarga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan doa dan dukungan selama Alena menjalani perawatan. Mereka juga sampaikan apresiasi kepada tim medis RSUD Dr. Soetomo atas bantuan yang diberikan.

5. IDAI Mengingatkan Bahaya Pemberian Telur Mentah kepada Bayi

Kasus Alena kembali mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya memperhatikan keamanan makanan dan kesesuaian asupan dengan usia bayi. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan agar orangtua dan pengasuh tidak memberikan telur mentah atau setengah matang kepada bayi dan anak.

Telur yang tidak dimasak hingga matang sempurna berisiko mengandung bakteri Salmonella. Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi saluran pencernaan dengan gejala seperti demam, diare, muntah, dan sakit perut.

Infeksi dapat menjadi lebih serius pada bayi karena sistem kekebalan tubuh mereka belum berkembang sempurna. Selain itu, bayi berusia 28 hari masih termasuk kelompok neonatus dan belum siap menerima makanan pendamping ASI (MPASI).

Pada usia di bawah enam bulan, kebutuhan nutrisi bayi umumnya dipenuhi melalui ASI eksklusif. Jika ASI tidak memungkinkan atau terdapat kondisi medis tertentu, orang tua perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai pemberian susu formula yang sesuai.

Orangtua dan pengasuh juga perlu memahami bahwa demam pada bayi baru lahir tidak boleh ditangani dengan pemberian makanan atau ramuan yang belum terbukti aman. Bayi berusia kurang dari tiga bulan yang mengalami suhu tubuh 38 derajat Celsius atau lebih perlu segera mendapatkan pemeriksaan medis.

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement