JAKARTA – Ajang Miss Indonesia memasuki usia ke-20 pada 2026. Dua dekade perjalanan ini menjadi pencapaian tersendiri bagi Founder & Chairwoman Miss Indonesia Organization sekaligus Executive Chairwoman MNC Group, Liliana Tanoesoedibjo.
Liliana Tanosoedibjo konsisten menjadikan ajang tersebut sebagai wadah pemberdayaan perempuan Indonesia. Liliana mengungkapkan rasa syukurnya karena Miss Indonesia bisa terus berjalan hingga penyelenggaraan ke-20.

Dalam konferensi pers 38 finalis 20th Miss Indonesia 2026 pada Selasa (13/10/2026), Liliana mengungkap perjalanan panjang ini membutuhkan komitmen yang berkelanjutan. Tujuannya agar ajang Miss Indonesia tetap bisa memberikan kontribusi bagi Indonesia, khususnya dalam mengembangkan potensi perempuan.
“Iya, tentunya kita bersyukur bisa sampai ke perjalanan ke-20 tahun ini, ya. Ini adalah suatu perjalanan yang panjang tentunya, dan membutuhkan komitmen yang terus-menerus,” ujar Liliana Tanosoedibjo.
Liliana menjelaskan, sejak awal, Miss Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi kompetisi untuk mencari perempuan berparas cantik. Ajang ini juga berupaya menggali kecerdasan, wawasan, serta karakter para pesertanya agar mereka bisa berkembang menjadi sosok yang membawa pengaruh positif bagi lingkungan sekitar.
“Kita sebagai ajang itu, kita berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia. Khususnya untuk para perempuan, untuk menjadi wadah pemberdayaan perempuan yang mana kita juga menggali potensi mereka, dan juga kecerdasan dan wawasan mereka, juga nilai-nilai karakter mereka yang harus kita kembangkan terus,” tuturnya.

Bagi Liliana, konsistensi menjadi salah satu hal penting dalam perjalanan Miss Indonesia selama dua dekade. Ia menilai, potensi perempuan tidak cukup hanya ditemukan, tetapi juga perlu dikembangkan melalui pembelajaran dan pengalaman yang berkelanjutan.
Karena itu, para finalis mendapatkan berbagai pembekalan selama masa karantina. Mereka tidak hanya dipersiapkan untuk tampil di panggung, tetapi juga dibekali pengetahuan, kemampuan, kemandirian, serta integritas yang dibutuhkan untuk menjalankan peran sebagai Miss Indonesia.
Nilai-nilai tersebut perlu terus dipertahankan agar perempuan yang terpilih nantinya mampu menjalankan tanggung jawabnya dengan baik. Selain kecerdasan dan karakter, kepedulian sosial juga menjadi aspek penting yang ingin ditanamkan kepada para finalis.
Menurut Liliana, seorang Miss Indonesia harus memiliki tujuan yang jelas dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Nilai itu sejalan dengan konsep Beauty with a Purpose, yang menempatkan kepedulian dan kontribusi sosial sebagai bagian penting dari makna kecantikan.
Dengan demikian, perjalanan Miss Indonesia selama 20 tahun bukan hanya tentang penyelenggaraan kompetisi tahunan, tetapi juga upaya untuk memberikan ruang bagi perempuan agar terus bertumbuh dan mengembangkan kualitas dirinya.
3. Harapan Liliana Tanoesoedibjo
Memasuki usia ke-20, Liliana Tanoesoedibjo berharap Miss Indonesia tetap konsisten menjalankan komitmennya dalam memberdayakan perempuan dan melahirkan sosok yang mampu menginspirasi masyarakat.
“Segala sesuatu, kita tahu bahwa pemenang itu hanya satu, tapi jangan berkecil hati karena mahkota yang sesungguhnya itu bukan hanya di panggung, tapi mahkota yang sesungguhnya itu bagaimana kita mau berbagi kepada sesama kita dan menjadi bermakna di dalam kehidupan kita,” ungkapnya.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.