Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dikira Kesurupan atau Kena Bisikan Gaib? Ini Cara Mengenali Gejala Skizofrenia

Djanti Virantika , Jurnalis-Sabtu, 10 Oktober 2026 |11:14 WIB
Dikira Kesurupan atau Kena Bisikan Gaib? Ini Cara Mengenali Gejala Skizofrenia
Skizofrenia. (Foto: Freepik)
A
A
A

3. Dokter Perlu Memeriksa Penyebab Lain

Skizofrenia

Perubahan pikiran, persepsi, dan perilaku tidak selalu disebabkan oleh gangguan psikotik primer seperti skizofrenia. Ada sejumlah kondisi lain yang dapat menimbulkan gejala serupa.

dr. Elly tekankan menelusuri kemungkinan penyakit fisik, termasuk infeksi yang melibatkan otak, seperti meningitis, maupun kondisi lain yang memengaruhi fungsi otak. Riwayat penggunaan zat tertentu juga perlu diperiksa. Beberapa jenis zat atau obat dapat memicu halusinasi, kebingungan, maupun perubahan perilaku, baik ketika digunakan maupun saat terjadi kondisi putus zat.

Durasi gejala juga menjadi bagian dari penilaian. Skizofrenia tidak dapat dipastikan hanya karena seseorang mengalami gejala selama dua minggu atau satu bulan.

Jika perubahan perilaku muncul mendadak, disertai kebingungan berat, penurunan kesadaran, demam, kejang, atau kondisi yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain, pertolongan medis perlu segera dicari.

“Kita juga perlu memastikan apakah orang tersebut memiliki riwayat penyakit tertentu yang dapat memengaruhi otak, misalnya infeksi otak seperti meningitis atau kondisi lain, termasuk tumor otak. Penyakit-penyakit tersebut dapat memengaruhi pikiran dan perilaku seseorang hingga mengalami perubahan secara mendadak,” ucap dr. Elly.

“Selain itu, perlu ditelusuri apakah orang tersebut menggunakan zat-zat tertentu beberapa jam, beberapa hari, atau sekitar satu minggu sebelum gejala muncul. Penggunaan zat tertentu juga dapat memicu perubahan persepsi, pikiran, dan perilaku,” lanjutnya.

“Setelah berbagai kemungkinan tersebut dievaluasi, dokter akan menilai gejala yang dialami, termasuk berapa lama gejala berlangsung dan bagaimana dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari. Jika gejala menetap selama berminggu-minggu, kondisi tersebut perlu mendapat pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan apakah berkaitan dengan gangguan kesehatan mental, termasuk gangguan psikotik,” jelas dr. Elly.

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement