Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dikira Kesurupan atau Kena Bisikan Gaib? Ini Cara Mengenali Gejala Skizofrenia

Djanti Virantika , Jurnalis-Sabtu, 10 Oktober 2026 |11:14 WIB
Dikira Kesurupan atau Kena Bisikan Gaib? Ini Cara Mengenali Gejala Skizofrenia
Skizofrenia. (Foto: Freepik)
A
A
A

PENGALAMAN mendengar bisikan, melihat sosok yang tidak dilihat orang lain, hingga perubahan perilaku secara mendadak kerap dikaitkan dengan kesurupan atau gangguan gaib. Namun, dari sisi medis, kondisi tersebut juga dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang perlu diperiksa lebih lanjut, termasuk gangguan psikotik seperti skizofrenia.

Di tengah masyarakat yang masih lekat dengan budaya, adat istiadat, dan kepercayaan spiritual, membedakan pengalaman yang dianggap supranatural dengan gejala gangguan kesehatan mental bukan perkara sederhana.

Pertimbangan latar belakang budaya, kondisi kesehatan, riwayat penggunaan zat, serta perubahan perilaku yang dialami seseorang diperlukan sebelum menentukan kemungkinan diagnosis. Lantas, bagaimana cara mengenali gejala skizofrenia yang perlu diwaspadai?

1. Gejala yang Dikira Kesurupan Belum Tentu Gangguan Gaib

dr. Elly Tania Sp.KJ dari RS Sumber Waras Jakarta dalam acara Morning Zone yang tayang di Youtube Okezone mengatakan seseorang yang mengaku mendengar bisikan, melihat bayangan, atau merasa mengalami kejadian di luar kebiasaan tidak bisa langsung dinyatakan mengalami skizofrenia. Sebaliknya, pengalaman tersebut juga tidak bisa serta-merta dianggap sebagai gangguan gaib tanpa pemeriksaan lebih lanjut.

Penilaian perlu mempertimbangkan konteks budaya dan kebiasaan yang dijalani seseorang. Misalnya, apakah individu tersebut memiliki latar belakang keluarga atau tradisi tertentu yang berkaitan dengan ritual spiritual.

Meski demikian, latar belakang budaya bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Dokter juga akan melihat apakah muncul perubahan perilaku yang tidak biasa, terutama jika sebelumnya orang tersebut tidak pernah mengalami kondisi serupa.

Perubahan seperti berbicara kacau, menunjukkan perilaku yang sulit dipahami, mengalami emosi yang tidak stabil, atau mengaku mendengar suara dan melihat sesuatu yang tidak dialami orang lain perlu mendapatkan perhatian.

Jika perubahan tersebut terjadi secara mendadak atau terus berulang hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, pemeriksaan medis penting dilakukan untuk mencari penyebabnya.

“Kita tidak bisa langsung menyimpulkan, karena kita hidup dalam keberagaman budaya dan adat istiadat. Oleh karena itu, kita perlu menelusuri latar belakang orang tersebut. Apakah sebelumnya dia pernah mengikuti ritual tertentu? Apakah dia memiliki pengalaman yang diyakini sebagai sixth sense, dianggap indigo, atau dipercaya menjadi media untuk masuknya roh, dan sebagainya?” ujar dr. Elly.

“Seperti yang kita ketahui, di beberapa daerah, termasuk Kalimantan dan Singkawang, masih ada tradisi tahunan yang melibatkan orang-orang yang dipercaya menjadi perantara atau memanggil roh. Hal tersebut merupakan bagian dari budaya yang masih dijalankan hingga saat ini. Jadi, believe it or not, kita tidak bisa begitu saja mengabaikan konteks budaya dan kepercayaan yang dianut masyarakat,” lanjutnya.

“Ada orang yang tumbuh dalam lingkungan dengan tradisi tersebut, ada pula yang tidak. Namun, jika seseorang tidak memiliki latar belakang keluarga atau pengalaman yang berkaitan dengan hal itu, lalu tiba-tiba mengalami perubahan perilaku, seperti berbicara kacau, berkata-kata tidak biasa, berperilaku tidak terorganisasi, emosinya labil, hingga melihat sesuatu yang tidak dilihat orang lain, kondisi tersebut perlu diperiksa lebih lanjut,” jelas dr. Elly.

2. Kenali Gejala Skizofrenia yang Perlu Diwaspadai

Skizofrenia merupakan gangguan mental serius yang dapat memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan sesuatu, berperilaku, dan menilai kenyataan. Gejalanya dapat berbeda pada setiap orang.

Beberapa tanda yang dapat ditemukan antara lain halusinasi, seperti mendengar suara atau melihat sesuatu yang tidak dialami orang lain. Kemudian, ada waham, yaitu keyakinan kuat yang tidak sesuai dengan kenyataan dan tetap dipertahankan meskipun terdapat bukti yang bertentangan.

Ketiga, ada pikiran atau pembicaraan yang tidak terorganisasi, sehingga perkataan sulit diikuti atau hubungan antargagasan menjadi tidak jelas. Perilaku juga tidak terorganisasi, termasuk tindakan yang tidak sesuai dengan situasi atau kesulitan menjalankan kegiatan sehari-hari.

Kemudian ada penurunan motivasi dan fungsi sosial, misalnya menarik diri dari lingkungan, mengabaikan kebersihan diri, atau kesulitan mempertahankan pekerjaan maupun pendidikan. Namun, mengalami satu atau beberapa tanda tersebut tidak otomatis berarti seseorang mengidap skizofrenia. Diagnosis harus dilakukan oleh tenaga profesional berdasarkan pemeriksaan menyeluruh.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement