KELUARGA memiliki peran penting dalam membantu orang yang alami skizofrenia untuk mendapatkan pertolongan dan menjalani proses pemulihan. Pengetahuan yang cukup mengenai kesehatan jiwa dinilai dapat membantu keluarga mengenali gejala sejak dini.
Dengan pengetahuan tersebut, tindakan pemasungan juga bisa dicegah. Lantas, seperti apa langkah yang bisa dilakukan keluarga jika mendapati orang di sekitarnya alami skizofrenia?
Global Mental Health Advocate sekaligus Mental Health Promotion Specialist, Anto Agus Sugianto, S.Pd., M.HP, dalam acara Morning Zone yang tayang di Youtube Okezone menyampaikan bahwa langkah pertama yang perlu dilakukan keluarga adalah meningkatkan literasi mengenai gangguan kesehatan jiwa.
Menurutnya, keluarga perlu memahami tanda-tanda yang muncul sehingga dapat segera mencari pertolongan profesional. Ia menambahkan, keluarga juga perlu mewaspadai gejala seperti mendengar suara atau melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada.
Kondisi tersebut perlu mendapatkan perhatian. Sebaiknya, keluarga juga segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jiwa.
“Kalau anggota keluarganya lebih dari dua minggu itu kok enggak bisa tidur, gelisah, terus mengurung diri. Nah, perlu ditanya dulu,” ujar Anto.
Menurut Anto, pertolongan sedini mungkin penting ketika seseorang mulai menunjukkan gejala gangguan jiwa berat. Keluarga dapat membawa anggota keluarga tersebut ke psikiater atau fasilitas layanan kesehatan jiwa.
Anto menjelaskan, penanganan pada kondisi akut dan pengobatan yang tepat dapat membantu menstabilkan kondisi pasien. Selain itu, langkah tersebut juga bisa mengurangi risiko kekambuhan serta meningkatkan peluang pemulihan.
“Jadi memang idealnya harus segera mengakses, harus pergi ke psikiater dan mendapatkan pengobatan,” tutur Anto.
Namun, proses mencari pertolongan tidak selalu mudah. Salah satu hambatan yang masih ditemukan adalah penolakan atau rasa malu. Hal itu bisa muncul dari orang yang mengalami gangguan jiwa maupun keluarganya.