Tidur berdekatan dengan hewan peliharaan juga membuat seseorang terpapar pemicu alergi selama berjam-jam. Salah satunya adalah ketombe atau serpihan kulit hewan (pet dander). Bagi orang yang memiliki alergi atau asma, paparan tersebut dapat memperburuk gejala dan mengganggu pernapasan.
Anjing dan kucing bisa membawa parasit seperti kutu dan caplak. Jika hewan tersebut tidur di tempat tidur, parasit juga berpotensi berpindah ke manusia.
Gigitan kutu dapat menyebabkan kulit terasa gatal dan iritasi. Sementara itu, gigitan caplak tertentu dapat membawa penyakit, seperti penyakit Lyme, Rocky Mountain spotted fever, ehrlichiosis, hingga alpha-gal syndrome.
Hewan juga bisa membawa berbagai kuman yang berpotensi menular kepada manusia. Ada banyak penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Karena itu, tidur satu kasur dengan hewan peliharaan berarti ada potensi paparan kuman yang lebih dekat.
Anjing dan kucing yang sedang tidur bisa kaget ketika tiba-tiba disentuh atau terganggu. Reaksi spontan tersebut dapat berupa cakaran atau gigitan. Meski terlihat sepele, gigitan dan cakaran tetap berisiko menyebabkan infeksi.