JAKARTA - Pernah tidur larut malam lalu bangun dengan kepala terasa berdenyut atau berat? Kondisi ini ternyata bukan sekadar efek rasa lelah. Kurang tidur memang berkaitan dengan meningkatnya risiko sakit kepala, termasuk sakit kepala tegang dan migrain.
Kurang tidur dapat menurunkan ambang nyeri tubuh. Akibatnya, seseorang bisa menjadi lebih sensitif terhadap rasa sakit, termasuk sakit kepala.
Melansir Healthline, sakit kepala akibat kurang tidur umumnya bisa berupa sakit kepala tegang (tension headache) atau migrain.
Sakit kepala tegang biasanya terasa seperti nyeri ringan hingga sedang di bagian atas, samping, atau belakang kepala. Berbeda dengan migrain yang cenderung terasa lebih berat dan biasanya menyerang salah satu sisi kepala.
Migrain juga bisa berlangsung selama beberapa jam hingga beberapa hari. Selain sakit kepala, kondisi ini bisa disertai mual, muntah, serta lebih sensitif terhadap cahaya dan suara.
Untuk orang dewasa berusia 18–64 tahun, kebutuhan tidur yang dianjurkan umumnya sekitar 7–9 jam setiap malam. Sementara itu, orang berusia 65 tahun ke atas membutuhkan sekitar 7–8 jam tidur.