Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kebanyakan Duduk dan Kurang Gerak Bisa Picu Penyakit Jantung

Agustina Wulandari , Jurnalis-Senin, 28 September 2026 |16:05 WIB
Kebanyakan Duduk dan Kurang Gerak Bisa Picu Penyakit Jantung
Ilustrasi duduk lama. (Foto: dok Magnific/DC Studio)
A
A
A

JAKARTA - Pernah merasa satu hari berlalu begitu saja karena lebih banyak duduk? Setelah sarapan, duduk di depan laptop. Saat makan siang, kembali ke meja kerja. Pulang ke rumah, duduk di sofa sambil menonton televisi atau bermain ponsel.

Rutinitas seperti ini mungkin terasa biasa, terutama bagi mereka yang banyak menghabiskan waktu untuk bekerja di depan komputer. Namun, jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan terlalu banyak duduk dan jarang bergerak bisa berdampak pada kesehatan, termasuk jantung.

Mengutip Hindustan Times, sejumlah penelitian menemukan bahwa terlalu banyak duduk berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, hingga kematian dini. 

Dokter Spesialis Jantung Ajit Menon menjelaskan bahwa ada beberapa istilah yang perlu dibedakan, yakni perilaku sedentari, kurang aktivitas fisik, dan aterosklerosis. Sementara itu, kurang bergerak berarti tubuh tidak mendapatkan aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga berat dalam jumlah yang cukup sesuai rekomendasi kesehatan.

Jadi, seseorang bisa saja berolahraga selama 30 menit dalam sehari, tetapi tetap menghabiskan sebagian besar waktunya dengan duduk. Hal ini menjadi penting karena olahraga rutin dan mengurangi waktu duduk merupakan dua hal yang saling melengkapi.

Apakah Duduk Lama Bisa Menyebabkan Penyumbatan Jantung?

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement