Aterosklerosis merupakan proses menumpuknya plak yang terdiri dari lemak dan jaringan fibrosa di dinding pembuluh darah. Proses ini dapat berlangsung selama bertahun-tahun dan dipengaruhi berbagai faktor, seperti kadar kolesterol LDL, tekanan darah, diabetes, kebiasaan merokok, faktor genetik, usia, dan peradangan.
Jika terjadi pada pembuluh darah koroner, aliran darah menuju jantung dapat berkurang dan meningkatkan risiko angina maupun serangan jantung.
Namun, dr. Ajit menegaskan bahwa duduk itu sendiri tak bisa dianggap sebagai penyebab langsung terjadinya "penyumbatan jantung". Kebiasaan terlalu banyak duduk dan kurang bergerak lebih berkaitan dengan sejumlah faktor risiko yang dapat memengaruhi kesehatan jantung.
Misalnya, gaya hidup yang minim aktivitas bisa membuat seseorang lebih mudah mengalami kenaikan berat badan, gangguan pengaturan gula darah, tekanan darah tinggi, serta profil kolesterol yang kurang sehat. Jika ditambah faktor risiko lainnya, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
Bagi yang pekerjaannya mengharuskan duduk dalam waktu lama, perubahan kecil bisa dimulai dengan cara yang sederhana.