
Tidak semua gigi gingsul harus dihilangkan atau dirapikan. Jika posisi gigi tidak menimbulkan masalah pada fungsi mengunyah, kebersihan mulut, kesehatan gusi, maupun kondisi gigi lainnya, dokter gigi dapat saja menyarankan pemantauan.
Namun, gigi yang posisinya sulit dibersihkan dapat membuat plak lebih mudah menumpuk. Dalam kondisi tertentu, susunan gigi yang tidak teratur juga dapat berhubungan dengan masalah gigitan.
Karena itu, keputusan untuk merapikan atau mengubah posisi gigi sebaiknya dilakukan berdasarkan pemeriksaan dokter gigi. Penghilangan gigi gingsul bukan hanya pertimbangan penampilan.
Ada beberapa pilihan perawatan untuk memperbaiki susunan gigi, tergantung kondisi masing-masing pasien. Salah satu yang paling umum adalah perawatan ortodonti menggunakan kawat gigi atau behel. Alat ini memberikan tekanan secara bertahap sehingga gigi dapat dipindahkan ke posisi yang lebih ideal.
Selain behel konvensional, terdapat pula clear aligner. Ini merupakan alat ortodonti transparan yang digunakan untuk menggerakkan gigi secara bertahap.
Namun, tidak semua kasus gigi gingsul dapat ditangani dengan metode yang sama. Dokter gigi perlu mengevaluasi posisi gigi, kondisi rahang, ruang yang tersedia, serta hubungan antara gigi atas dan bawah sebelum menentukan perawatan.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.