INFLUENZA A dapat menyebabkan berbagai gejala pada anak, salah satunya demam. Ketika suhu tubuh anak meningkat, orangtua biasanya berusaha mencari cara untuk membuatnya lebih nyaman.
Salah satu cara yang kerap dilakukan adalah memberikan kompres. Namun, muncul pertanyaan: ketika anak demam tinggi akibat Influenza A, sebaiknya menggunakan kompres hangat atau dingin?
Dokter Spesialis Anak dari Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Yogi Prawira, Sp.A, Subsp.ETIA(K), dalam acara Morning Zone di Youtube Okezone menjelaskan, selain memperhatikan suhu tubuh, hal yang tidak kalah penting adalah memastikan anak mendapatkan cairan yang cukup. Demam dapat meningkatkan kebutuhan cairan tubuh, sementara kekurangan cairan bisa menyebabkan dehidrasi.
“Kalau suhu tinggi, prinsip pertama tentu cairan harus cukup. Karena kalau cairan tidak cukup, maka dehidrasi bisa membuat suhunya tidak turun-turun,” ujar dr. Yogi.
Selama ini, sebagian orangtua mungkin terbiasa menggunakan kompres dingin atau bahkan es ketika anak mengalami demam. Namun, dr. Yogi menjelaskan bahwa penelitian yang membandingkan kompres dingin dan hangat pada anak demam menunjukkan kompres hangat lebih disarankan.
Kompres hangat bertujuan membantu pelebaran pembuluh darah atau vasodilatasi. Dengan pembuluh darah yang melebar, pelepasan panas dari tubuh dapat berlangsung lebih baik sehingga anak diharapkan merasa lebih nyaman.
Kompres hangat dapat diberikan terutama pada area yang memiliki pembuluh darah besar, seperti leher, ketiak, dan selangkangan. Meski demikian, kompres bukan bertujuan membuat suhu tubuh turun secara drastis. Penggunaannya lebih ditujukan untuk membantu memberikan kenyamanan ketika anak sedang mengalami demam.
“Nah kemudian kalau mau dikompres, kompresnya itu, kalau zaman dulu kan memakai kompres es ya, kompres dingin. Ternyata ada penelitian yang membandingkan keaktivitas dari kompres dingin dengan kompres hangat,” jelas dr. Yogi.
“Untuk anak yang demam, sarannya justru dengan kompres hangat. Tujuannya adalah membuat pemudaranya itu dilatasi atau melebar, sehingga kemudian panasnya bisa menguap,” lanjutnya.
“Dan kompres hangat itu diposisikannya itu terutama di bagian leher, di bagian ketiak, di bagian selangkangan,” jelasnya.