Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bukan Sekadar Cute, Ini Alasan Tren Fashion Whimsy Makin Viral

Agustina Wulandari , Jurnalis-Senin, 21 September 2026 |10:18 WIB
Bukan Sekadar <i>Cute</i>, Ini Alasan Tren Fashion Whimsy Makin Viral
Tren whimsy. (Foto: dok Pinterest)
A
A
A

JAKARTA - Tren fashion biasanya datang dan pergi. Namun, ada satu gaya yang justru semakin bertahan dan terus muncul di berbagai koleksi desainer, yaitu whimsy.

Gaya ini identik dengan pakaian dan aksesori yang terlihat playful, unik, romantis, bahkan seperti dunia dongeng. Mulai dari pita berukuran besar, rok mengembang, ruffle, roset, hingga siluet yang tak biasa, semuanya menjadi bagian dari tren whimsy.

Menurut Harper’s BAZAAR Singapore, tren ini tidak hanya soal penampilan yang terlihat manis atau eksentrik. Di baliknya, ada alasan emosional yang membuat gaya tersebut terus diminati. 

Di balik tampilannya yang penuh dekorasi, tren whimsy ternyata memiliki kaitan dengan kondisi emosional masyarakat.

Psikolog mode Dr. Dion Terrelonge menjelaskan bahwa estetika fantasi cenderung muncul ketika masyarakat sedang menghadapi ketidakpastian atau situasi global yang penuh tekanan. Berpakaian dengan gaya yang penuh imajinasi dapat menjadi bentuk pelarian sejenak dari realitas.

Pita, ruffle, dan detail dekoratif lainnya seolah memberikan pengingat sederhana bahwa masih ada hal-hal menyenangkan dan indah yang bisa dinikmati.

Hal serupa juga terlihat pada Gen Z. Generasi yang tumbuh di tengah pandemi, kecemasan terhadap perubahan iklim, serta derasnya arus informasi di internet disebut memiliki ketertarikan terhadap gaya yang lebih lembut dan menyenangkan. 

Fashion Harus Ceria

Ilustrasi gaya whimsy. (Foto: dok Pinterest)
Ilustrasi gaya whimsy. (Foto: dok Pinterest)

Tren whimsy juga membawa gagasan bahwa pakaian tak harus selalu terlihat serius, rapi, atau efisien.

Mengutip Harper’s BAZAAR Singapore, desainer Ella Mae menilai gaya yang ekspresif dapat menjadi penyeimbang dari kehidupan modern yang semakin teratur, kaku, dan penuh aturan. Melalui pakaian yang playful, seseorang bisa memberikan ruang untuk berekspresi dan menikmati sisi imajinatif dirinya.

Nostalgia juga menjadi bagian penting dari gaya ini. Kenangan masa kecil, dunia fantasi, hingga pakaian romantis dapat diterjemahkan kembali dalam bentuk yang lebih modern.

Selain itu, detail seperti ruffle, roset, dan renda membutuhkan proses pengerjaan yang tidak sederhana. Dalam dunia fashion yang semakin cepat dan dipenuhi produk massal, detail yang dibuat dengan penuh perhatian memberikan kesan bahwa pakaian bukan sekadar barang konsumsi, tetapi juga sebuah karya.

Media Sosial Ikut Membentuk Tren Whimsy

Media sosial juga punya peran besar dalam berkembangnya gaya whimsy. Di platform seperti media sosial, pakaian bukan hanya digunakan untuk menunjukkan apa yang dikenakan, tetapi juga untuk membangun karakter dan suasana tertentu.

Seorang stylist dan kreator konten, Grace Lim, melihat bahwa fesyen di media sosial semakin mirip dengan kegiatan bercerita. Seseorang tidak sekadar membagikan pakaian, tetapi juga menciptakan suasana, karakter, atau dunia visual melalui penampilannya.

Karena itu, seseorang bisa berganti-ganti gaya sesuai suasana hati. Hari ini mungkin tampil dengan gaya romantis, besok menggunakan estetika berbeda.

Bagi Gen Z, pakaian bahkan dapat digunakan seperti avatar di dunia digital. Mereka bisa mencampurkan nostalgia, budaya internet, dan berbagai dunia imajinatif untuk membentuk identitas visual yang berbeda-beda. 

Whimsy Memberi Ruang untuk Berekspresi

Pada akhirnya, tren whimsy bukan hanya tentang pita besar, rok mengembang, atau aksesori yang unik. Gaya ini memberikan ruang bagi seseorang untuk berekspresi tanpa terlalu memikirkan apakah penampilannya harus sempurna.

Belicia Gwee, stylist dan kreator konten, menilai fashion yang whimsical dapat memberikan rasa senang, kebebasan, dan rasa ingin tahu. Bukannya mengejar penampilan yang sempurna, seseorang bisa memilih pakaian yang membuatnya merasa lebih bersemangat.

Hal inilah yang membuat tren whimsy tetap bertahan. Di tengah kehidupan yang serba cepat dan penuh tekanan, pakaian yang playful bisa menjadi cara sederhana untuk menghadirkan sedikit kegembiraan dalam keseharian.

Jadi, jangan heran jika pita besar, ruffle, renda, rok bervolume, hingga aksesori berbentuk unik masih sering bermunculan. Di balik tampilannya yang terlihat berlebihan, tren whimsy membawa pesan sederhana: fashion juga boleh menyenangkan. 

(Agustina Wulandari )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement