Tubuh yang aktif biasanya membuat usus ikut bergerak. Olahraga dapat membantu merangsang motilitas usus, sedangkan terlalu banyak duduk dan kurang bergerak dapat memperlambatnya.
Jalan kaki, bersepeda, berenang, menari, atau aktivitas fisik lainnya bisa menjadi pilihan untuk membantu menjaga keteraturan BAB.
Jangan heran jika pola BAB berubah ketika sedang stres. Stres dan kecemasan dapat memengaruhi hubungan antara otak dan sistem pencernaan atau gut-brain axis.
Pada sebagian orang, stres dapat mempercepat gerakan usus hingga menyebabkan diare. Namun, pada orang lain, stres justru dapat memperlambat gerakan usus dan menyebabkan sembelit.
Perjalanan juga dapat membuat jadwal BAB berantakan. Perubahan zona waktu, pola makan, asupan air, tingkat stres, hingga berkurangnya aktivitas fisik selama perjalanan dapat memengaruhi ritme pencernaan.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.