SUSAH buang air besar (BAB) memang hal yang sangat menyakitkan dan bikin perut dan badan tidak nyaman. Apalagi sembelit bisa terjadi kepada siapa saja.
Dikutip dari Healthline, sebanyak 16 dari 100 orang dewasa di Amerika Serikat mengalami sembelit. Di antara orang-orang yang berusia 60 tahun ke atas, jumlahnya meningkat dua kali lipat.
Daripada meminum berbagai macam obat pencahar agar BAB lancar, alangkah baiknya mengatasi susah buang air besar dengan konsumsi berbagai jenis buah-buahan yang baik bagi saluran pencernaan sekaligus melancarkan proses buang air besar. Apa saja buah tersebut?

1. Kiwi
Makanan selanjutnya adalah Kiwi. Buah ini sangat baik untuk ditambahkan ke smoothie atau mangkuk sarapan Anda berikutnya untuk camilan lezat dan berserat tinggi.
Satu kiwi hijau berukuran sedang mentah mengandung 2 gram serat.Kiwi memiliki sifat hidrasi yang baik, seperti retensi air dan viskositas, yang dapat merangsang pergerakan di saluran pencernaan Anda dan meningkatkan jumlah tinja.
2. Apel
Apel adalah sumber serat yang bagus. Satu buah apel berukuran sedang dengan kulitnya mengandung 2,1 gram serat. Apel juga mengandung jenis serat larut tertentu yang disebut pektin, yang dikenal karena efek pencaharnya.
3. Pepaya
Pepaya sangat baik untuk melancarkan BAB. Apalagi pepaya mengandung banyak serat, vitamin A, C, E, juga folat, yang jadi pelancar BAB ini. Ini terbukti lewat penelitian dari Neuro endocrinology letters. Pepaya punya kontribusi besar dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan.
4. Pir
Pir merupakan buah yang mudah ditambahkan ke dalam makanan Anda. Anda bisa memakannya secara langsung atau menambahkannya ke salad, smoothie, dan sandwich.
Buah pir mungkin membantu meringankan sembelit dalam beberapa cara. Buah pir tinggi serat, dimana satu buah pir berukuran sedang mengandung 5,5 g serat. Pir juga kaya akan sorbitol dan fruktosa, sejenis gula yang diserap perlahan dalam jumlah terbatas karena sejumlah besar dimetabolisme oleh hati Anda.
Seperti sorbitol, fruktosa yang tidak diserap dapat mengencerkan tinja dengan membawa air ke dalam usus Anda. Namun, diperlukan lebih banyak penelitian untuk mengukur dampaknya secara penuh.