
Kamari pun menyanggupi permintaan sang ibu. Setelah beberapa saat, Justin kembali menanyakan apakah Kamari berhasil menahan diri untuk tidak mengambil permen tersebut.
“Oke, iya mama. Oke papa,” jawab Kamari.
“Are you eat it, or are you wait? Kamari wait?” tanya Justin.
Mendengar jawaban Kamari yang memilih menunggu, Justin pun memberikan apresiasi. Ia memperbolehkan putrinya mengambil satu permen sebagai bentuk penghargaan karena berhasil mengikuti kesepakatan.
“Waah, oke you can get one,” ujar Justin.

Jennifer kemudian turut memuji Kamari atas sikapnya. Momen tersebut memperlihatkan cara Jennifer dan Justin mengenalkan konsep sederhana tentang kepercayaan, kesabaran, dan mengikuti aturan kepada Kamari.
Alih-alih sekadar melarang, keduanya memberikan kesempatan kepada sang anak untuk membuat pilihan. Mereka kemudian memberikan apresiasi ketika Kamari berhasil menjalankan kesepakatan.
“Good job. We proud of you,” tutup Jennifer.
Cara tersebut juga menjadi contoh bahwa pembelajaran bagi anak dapat dilakukan melalui aktivitas sehari-hari yang sederhana, termasuk ketika sedang menikmati camilan kesukaan mereka.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.