Jika memang harus keluar rumah, masyarakat diminta menggunakan masker. Masyarakat juga dianjurkan segera mencari pertolongan medis apabila mulai merasakan gangguan pada pernapasan.
Kementerian Kesehatan telah menyiapkan sejumlah peralatan di puskesmas, termasuk nebulizer dan konsentrator oksigen untuk membantu menangani keluhan pernapasan.
Tak hanya masuk ke saluran pernapasan, partikel abu vulkanik juga dapat mengenai mata dan menyebabkan rasa gatal hingga iritasi. Karena itu, Budi menyarankan masyarakat menggunakan kacamata apabila harus beraktivitas di luar rumah ketika kondisi lingkungan masih dipenuhi abu vulkanik.
Jika abu telanjur masuk ke mata, masyarakat diminta tidak menguceknya. Mata dapat dibersihkan menggunakan air. Kemenkes juga telah menyiapkan obat tetes mata di puskesmas untuk membantu menangani keluhan akibat paparan abu vulkanik.
“Jangan dikucek-kucek. Bersihkan pakai air dan segera ke Puskesmas,” kata Budi.