Sejumlah pengguna media sosial mengaku berhasil menurunkan berat badan setelah hanya mengonsumsi air atau air yang disertai suplemen dalam jangka waktu tertentu.
Namun, dokter mengingatkan bahwa tubuh tetap membutuhkan asupan energi, vitamin, mineral, protein, dan berbagai nutrisi lainnya untuk menjalankan fungsi normal.
Puasa ekstrem tanpa pengawasan medis dapat menyebabkan kekurangan nutrisi dan mengganggu fungsi organ. Risiko tersebut dapat semakin besar apabila seseorang menghentikan konsumsi makanan dalam waktu lama.
Kasus perempuan tersebut bukan satu-satunya kejadian yang dikaitkan dengan praktik puasa ekstrem.
Pada 2020, seorang pria berusia 26 tahun dari Provinsi Heilongjiang dilaporkan meninggal setelah hanya mengonsumsi air selama 52 hari. Menjelang kematiannya, ia mengalami gejala yang menyerupai demensia.