Menurutnya, perbedaan respons tersebut juga dapat terlihat melalui pemantauan kadar glukosa. Makanan berbahan dasar nasi, misalnya, dapat menghasilkan kenaikan gula darah yang lebih terkendali ketika dikonsumsi bersama sumber protein.
Serat merupakan komponen penting dalam pola makan untuk membantu menjaga kadar gula darah. Khususnya serat larut, yang dapat memperlambat proses pencernaan sehingga penyerapan glukosa ke dalam tubuh tidak berlangsung terlalu cepat.
Buah utuh seperti beri, kiwi, dan alpukat dapat menjadi pilihan sumber serat. Sayuran seperti bayam dan labu botol juga dapat ditambahkan ke dalam menu sehari-hari.
Yang perlu diperhatikan adalah bentuk makanan. Buah utuh lebih disarankan dibandingkan jus karena kandungan seratnya masih terjaga. Selain itu, mengonsumsi buah dalam bentuk utuh cenderung membuat seseorang membutuhkan waktu lebih lama untuk menghabiskannya sehingga asupan gula tidak masuk dalam jumlah besar secara cepat.
Lemak sehat, termasuk asam lemak omega-3, juga dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan metabolik. Omega-3 dapat ditemukan antara lain pada ikan berlemak dan kacang kenari.